Napak Tilas Perjalanan Akademis dan Kultural Prof. Ayu Sutarto

Perjalanan kehidupan Prof. Dr. Ayu Sutarto, M.A. adalah perjalanan akademis dan kultural. Sebagian besar waktu yang dimiliki dipergunakan untuk pengabdian di bidang akademik dan kegiatan-kegiatan kultural. Perpaduan keduanya bukan saja membawanya pada posisi sebagai ilmuwan yang rendah hati, melainkan juga mampu menyedot keharuan masyarakat adat. Di antara keharuan itu, Pak Ayu, panggilan akrabnya, diangkat sebagai warga kehormatan Wong Tengger, sehingga dalam berbagai acara adat selalu menjadi undangan kehormatan berdampingan dengan para pejabat kabupaten atau provinsi.

Sosok Pak Ayu adalah sosok fenomenal karena mampu memadukan dua potensi, yakni logika dan rasa. Logika membawa Pak Ayu pada posisi ilmuwan yang disegani. Rasa membawanya pada ranah budayawan yang nglangeni. Apa dan siapa Pak Ayu sebagai ilmuwan dan budayawan? Jawabnya akan ditemukan dalam Webinar rutin bulanan secara daring pada NGONTRAS#8 (Ngobrol Nasional Metasastra ke-8) dengan tema Meneruskan Pemikiran Prof. Ayu Sutarto (Pakar Tradisi Lisan Indonesia).

Acara akan digelar atas kerja sama antara HISKI Komisariat Jember dengan Jurusan Sastra Indonesia dan Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ), Yayasan Untukmu Si Kecil (USK) yang didirikan Pak Ayu, dan Kelompok Riset Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal (KeRis TERKELOK), Sabtu mendatang (5/3/2022).

Untuk mendapatkan wawasan dan pandangan yang mencerahkan, sengaja diundang orang-orang terdekat yang pernah terlibat langsung dengan kerja-kerja akademis dan kultural bersama Pak Ayu. Sebagaimana disampaikan oleh ketua HISKI Komisariat Jember, Dr. Heru S.P. Saputra, M.Hum., ketika dihubungi, narasumber yang diundang adalah pakar yang memiliki kedekatan dengan Pak Ayu, baik dalam konteks ranah akademis maupun kultural. “Perspektif orang-orang terdekat tersebut diharapkan mampu menguak tabir percikan pemikiran dan ekspresi kultural yang tersembunyi di balik sosok Pak Ayu. Hal ini akan menjadi pencerahan bagi kita semua, tentang siapa dan bagaimana sosok Pak Ayu sebagai ilmuwan sekaligus budayawan,” kata Heru.

Pembicara yang akan menjadi narasumber adalah Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A., guru besar Universitas Negeri Surabaya. Prof. Yu, panggilan akrab beliau, adalah sahabat karib dan teman diskusi yang menggeluti bidang serupa dengan Prof. Ayu, yakni folklor, tradisi lisan, dan sastra lisan. Narasumber lain adalah Dr. Ikwan Setiawan, M.A., dosen Jurusan Sastra Inggris FIB UNEJ. Dr. Ikwan adalah murid Pak Ayu di Sastra Inggris, yang kemudian menjadi asisten, sahabat, kolega, teman diskusi, hingga teamwork dalam berbagai kegiatan akademis bersama Pak Ayu. Moderatornya adalah Dr. Dina Dyah Kusumayanti, M.A., dosen Jurusan Sastra Inggris FIB UNEJ sekaligus anggota HISKI Komisariat Jember, yang juga punya kedekatan akademis dengan Pak Ayu.

Pak Ayu Sutarto, lahir dengan nama Sutarto, Pacitan, 21 September 1949, dan meninggalkan kita semua, Jember, 1 Maret 2016, dikenal sebagai ilmuwan dan budayawan. Pak Ayu adalah alumni Fakultas Sastra (kini bernama Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Jember, kemudian menjadi dosen pada institusi yang sama (1975). Menyelesaikan studi S-2 (1986) dengan konsentrasi Kajian Wilayah Amerika dan S-3 (1997) dengan konsentrasi folklor (tradisi lisan, sastra lisan) di Universitas Indonesia. Dalam mendukung proses penulisan disertasi, Pak Ayu mendapatkan beasiswa ILDEP untuk melakukan riset di Universitas Leiden, Belanda (1993). Di sela-sela kesuntukannya dalam mengumpulkan dan mengolah data riset, Pak Ayu menyempatkan untuk mengajar bahasa Jawa bagi orang-orang Suriname yang menetap di Netherland.

Karya-karya ilmiah dan kreatif Pak Ayu telah banyak diinformasikan di media massa dan media sosial. Karya-karya tersebut di antaranya adalah The Legends of Madura (1985), Queen Kilisuci, the Story of Reog (1986), Memperkaya Kosakata Bahasa Inggris Bisnis (Sebuah Adaptasi dari Build Your Business Vocabulary by John Flower) (1994). Efektif dan Efesien dalam Rapat Berbahasa Inggris (Sebuah Adaptasi dari Language of Meeting by Malcolm Goodale) (1995), Legenda Kasada dan Karo Orang Tengger Lumajang (1997), Di Balik Mitos Gunung Bromo (2001), Menjinakkan Globalisasi (2002), Menguak Pergumulan antara Seni, Politik, Islam, dan Indonesia (2004), Menjadi NU Menjadi Indonesia (2006), Saya Orang Tengger, Saya Punya Agama (2007).

Karya yang lainnya adalah Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-Nilai Positif (2008), Kamus Budaya dan Religi Tengger (2008), Mulut Bersambut: Sastra Lisan dan Folklor Lisan sebagai Instrument Politik pada Era Soekarno dan Soeharto (2009), Adinda, Kulihat Beribu-ribu Cahaya di Matamu (2009), Perjalanan Hati Seorang Lelaki (2009), Kamus Budaya dan Religi Using (2010), Indonesia di Mata Seorang Kiai NU (2010), Hitam Kopinya Putih Khasiatnya (2013), Di Sini Aku Berburu Tuhan di Sana Engkau Berburu Kerinduan (2013), Hari Yang Menyapa (Dari Renungan ke Renungan) (2013).

Reputasi Pak Ayu dalam bidang akademik dan kultural bukan hanya dikenal secara nasional, melainkan juga internasional. Beliau seringkali menjadi delegasi Indonesia dalam bidang kebudayaan untuk acara-acara tingkat internasional. Dari berbagai informasi yang dapat dihimpun diketahui bahwa sejak tahun 1998 hingga 2010, Pak Ayu aktif menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai forum kebudayaan tingkat internasional. Kegiatan tersebut di antaranya adalah Delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN COCI on Publication on ASEAN Traditional Festivals di Hanoi, Vietnam (1998 dan 2000), Delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera dan Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara di Kuala Lumpur, Malaysia (2001, 2007, dan 2009).

Kegiatan lainnya adalah menjadi Delegasi Indonesia dalam Prepatory Meeting the ASEAN Cultural Heritage Documentaries (Phase III) Water: A Unifying Force in ASEAN di Manila, Philippines (2007), Delegasi Indonesia dalam Sidang ke-13 dan Seminar Majelis Sastera Asia Tenggara (Mastera) di Jakarta (2008), Delegasi Indonesia dalam The Third ASEM Culture Ministers Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia (2008), Delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera ke-14 di Brunei Darussalam (2008), Delegasi Indonesia dalam “Humour in ASEAN” International Conference di Thailand (2010), dan Delegasi Indonesia dalam Seminar, Bengkel, dan Festival Pantun MASTERA di Brunei Darussalam (2010).

Dalam perjalanan hidupnya, sosok Pak Ayu adalah cerminan sosok orang yang berprestasi. Dari informasi yang dapat dihimpun diketahui bahwa Pak Ayu telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan. Penghargaan tersebut di antaranya adalah Juara pertama dalam pemilihan naskah bidang humaniora yang diselenggarakan oleh PT Balai Pustaka Jakarta, dengan naskah berupa hasil riset disertasi tentang orang Tengger (1997), Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 tahun (1999), Anugerah Seni dari Gubernur Jawa Timur (2004), Dosen Berprestasi Peringkat Pertama Universitas Jember (2004), Dosen Berprestasi Tingkat Nasional (2004), Award PWI Cabang Jember (2007), Anugerah Kebudayaan Indonesia kategori Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya (2013), dan Penghargaan Perintis Jember Bangkit dari Bupati Jember (2016).

Berbagai kegiatan akademis, mulai dari diskusi di warung kopi hingga menjadi pembicara di tingkat internasional, telah menjadi kegiatan rutin yang dilakoni oleh Pak Ayu. Wawasan akademisnya ditularkan ke berbagai kalangan melalui seminar dan koleksi referensi yang ada di perpustakaan pribadinya di pinggir Kali Bedadung. Koleksi buku, jurnal, dan majalah yang tidak kurang dari 15000 eksemplar tersebut banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti, bukan hanya dari Jember melainkan juga dari Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, bahkan para sahabat Pak Ayu dari luar negeri.

Kegiatan kultural yang digeluti Pak Ayu, selain berkhidmat dalam mendorong dan mendukung berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan di Jawa Timur, terutama dalam area budaya masyarakat etnik Tengger, Madura, dan Using, juga mendirikan Rumah Belajar dan Bermain di Pinggir Kali Bedadung (21 Maret 1998) dengan nama Yayasan Untukmu Si Kecil (USK) yang beralamat di Jalan Sumatra VI/35 Sumbersari, Jember, http://untukmusikecil.blogspot.com/2016/12/v-behaviorurldefaultvmlo.html.

Tujuan utama USK adalah untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam usahanya mempersiapkan anak bangsa dari “kelompok kecil yang berezeki kecil” menjadi warga yang lebih cerdas, kreatif, terampil, tangguh, toleran, dan cinta Tanah Air. USK berfokus pada upaya membangun literasi melalui permainan tradisional untuk anak-anak (seperti Reog Alit, Gobag Sodor, Engklek, Bekelan, Dakon, Egrang, Klompen Panjang, Sumpit Lidi, Lompat Tali, Jamuran, dan Jumpritan) guna melatih mereka untuk memiliki rasa kesetiakawanan, mengasah kepekaan sosial, dan solidaritas yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya. Kini, roda kehidupan USK diteruskan oleh Ketua Pelaksana, Dr. Retno Winarni, M.Hum., yang juga dosen di Jurusan Sejarah FIB UNEJ.

Bagi Pak Ayu, melakukan sesuatu yang sederhana tapi nyata lebih baik ketimbang berpikiran besar tanpa melakukan apa-apa. Pak Ayu juga merasa bermanfaat bagi orang lain ketika mampu memfasilitasi rumah belajar dan rumah bermain untuk anak kecil, anak orang kecil, berpendidikan kecil, berezeki kecil, yang berharap punya masa depan besar.

Catatan kecil yang ditulis Henricus Nurcahyo (2016) terkait obsesi Pak Ayu, setelah beliau meninggalkan kita semua, menggarisbawahi bahwa banyak kolega yang rindu dengan pemikiran-pemikiran brilian Pak Ayu. Untuk itu, Pak Henricus berharap adanya pertemuan secara berkala untuk mendiskusikan pemikiran-pemikiran Pak Ayu. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian para kolega untuk meneruskan perjuangan akademisi dan budayawan yang berkhidmat di tepi Kali Bedadung tersebut. Harapan Pak Henricus disambut oleh HISKI Komisariat Jember dengan mengadakan Webinar daring untuk mendiskusikan percikan-percikan pemikiran Pak Ayu.

Peserta yang akan mengikuti acara NGONTRAS#8, Sabtu, 5 Maret 2022, pukul 10.00—12.00 WIB (Ruang zoom dibuka pukul 09.30 WIB), tidak perlu mendaftar dan cukup klik pada Join Zoom Meeting: https://bit.ly/NGONTRAS-8, Meeting ID: 950 1113 3796, Passcode: HISKI-08.

Peserta yang belum masuk Grup WA, diharapkan masuk grup dengan tujuan untuk memudahkan mendapatkan informasi kegiatan NGONTRAS berikutnya, dengan klik https://bit.ly/GRUP-D_NGONTRAS.

Peserta juga dapat mengunjungi Portal HISKI Jember untuk mengunduh secara gratis file buku dan prosiding, dengan klik https://hiskijember.fib.unej.ac.id/. Atau menyaksikan rekaman NGONTRAS sebelumnya melalui Kanal Youtube HISKI JEMBER OFFICIAL dengan klik https://bit.ly/YoutubeHISKIJember.***

Written by