FIB UNEJ Bekerjasama dengan HISKI Komisariat Jember dan KeRis Persada Adakan Seminar Nasional Komodifikasi Sastra dan Film

 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerjasama dengan HISKI Komisariat Jember dan KeRis Persada (Kelompok Riset Pertelaahan Sastra Konteks Budaya) menggelar kegiatan Seminar Nasional yang dikemas dalam Ngobras#1 (Ngobrol Nasional Metasastra Seri1). Kegiatan seminar nasional dilakukan secara virtual via Zoom Meeting pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

Mengangkat tema “Komodifikasi Sastra dan Film”, seminar nasional virtual ini menghadirkan pembicara: Dr. Umili Rokhani, M.A. dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Dr. Bambang Aris Kartika, M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember dengan moderator Dr. Heru S.P. Saputra, M.Hum. yang juga Ketua HISKI Komisariat Jember.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember Prof. Dr. Sukarno, M.Litt. memandang tema seminar ini sangat menarik tentang bagaimana sastra dan film menjadi komoditas yang berorientasi pada komersialisasi. Seminar ini setidaknya akan ditindaklanjuti dengan melahirkan karya ilmiah yang bisa dipublikasikan serta menjadi indikator kinerja lembaga bidang publikasi.

Pemateri pertama, Dr. Umilia Rokhani, M.A. membahas tentang film indie dan perubahan masyarakat, terutama film yang mengusung ke-Tionghoaan pasca Orde Baru. Menurut Umilia bahwa maraknya film indie bertema ke-Tionghoa-an dikarenakan adanya perubahan kebijakan di Indonesia pasca reformasi, seperti pencabutan Inpres No. 14/1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat-istadat Tionghoa. Sehingga banyak lahir sineas yang mengangkat film-film yang berhubungan dengan ke-Tionghoa-an, seperti film Cek Toko Sebelah yang disutradarai Ernest yang juga sineas beretnis Tionghoa.

Pemateri kedua, Dr. Bambang Aris Kartika, M.A. mempresentasikan materinya yang berjudul “Komodifikasi Film Biopik dan Adaptasi Sastra Biografi.” Menurutnya, praktik komodifikasi memposisikan teks narasi sejarah biografi menjadi produk komoditas film dan novel, dari semula yang tidak bernilai komersial diproduksi menjadi produk bernilai komersial.

Artinya, dalam proses produksi berlangsung strategi komodifikasi. Ada empat hal penting terkait proses strategi komodifikasi film biopik dan novel biografi sebagai komoditas komersial, yaitu: (1) Riset sejarah sebagai keharusan dalam prosedur produksi film biopik, (2) Pemilihan tokoh dengan menghadirkan kebenaran sejarah (historical truth) dan realitas filmis,(3) Konten cerita berisi puncak-puncak peristiwa dramatik yang paling menarik segmentasi pasar merujuk kepada sasaran dari strategi komodifikasi film biopik. (4) Potensi segmentasi pasar mempertimbangkan segmen penonton yang memiliki ikatan psikologis, emosional, identitas, dan ideologis.

Selepas kedua pemateri memaparkan materinya dilanjutkan dengan dialog interaktif antara pembicara dengan peserta. Ada total kurang lebih 200 peserta via Zoom Meeting. Acara Ngontras#1 akan dilanjutkan dengan Ngontras#2 yang direncanakan bulan depan. Program Ngontras (Ngobrol Nasional Metasastra) direncakan akan digelar setiap bulan oleh HISKI Komisariat Jember. (BAK)

Written by