Buku Sastra Pariwisata

Rayuan sastra ternyata menggiurkan. Rayuan adalah upaya memikat pihak lain, yaitu pariwisatawan. Rayuan “maut” sastra tidak perlu diragukan lagi. Sebab sastra itu dunia kata. Kata itu penuh pesona, untuk merayu pariwisatawan. Jadilah pariwisata kata yang memikat hasrat. Destinasi pariwisata sastra akan semakin menggairahkan. Begitulah “ruh buku ini”, sebagi sebuah reklame sastra yang unik. Pariwisata kata, jauh lebih memikat dibanding destinasi yang “bisu”, tanpa kata-kata. Kata-kata itu memotret suasana. Kata pula yang menggugah hasrat. Kata-kata indah yang diolah menjadi karya sastra, jauh lebih memikat. Maka, buku ini memang sebuah potret. Potret sastra kita. Sastra itu ternyata perlu disimak dalam perspektif fungsionalisme. Di antara fungsionalisme, sastra adalah kelenturan untuk bersinergi dengan bidang lain. Dalam konteks ini, kolaborasi sastra dengan paripariwisata, sudah saatnya ada. Sastra tidak alergi dengan pariwisata. Pariwisata memang hadir untuk tujuan bisnis. Keuntungan akan diraih oleh pengelola pariwisata. Nah, sastra ternyata memiliki daya tawar khusus dalam bidang pariwisata. Lewat buku berjudul Sastra Pariwisata, yang dieditori oleh tiga suhu sastra, (1) Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. (HISKI Bali), Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (HISKI Malang), Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. (HISKI Jember, yang hijrah ke HISKI UNJ), Read more